Jumat, 19 Agustus 2016

ceritaku penuh lika-liku



CERITAKU
By : Andi Saputra
Pagi hari yang di dingin di kaki gunung merapi, ya itu merupakan kabuaten Boyolali tempat aku dibesarkan hingga sampai saat ini, walaupun aku dibesarkan di kota kecil ini,tapi aku lahir di sebuah kota besar di pulau sumatra yaitu palembang.Aku tinggal di Boyolali sejak tahun 2003 saat itu umurku sekitar 5 tahun. Aku dan keluarga terpaksa pindah karena ingin mendapatkan kehidupan yang lebih baik. Aku terlahir bukan dari orang yang mampu atau orang yang miskin, tapi aku dilahirkan dalam keluarga sederhana yang selalu mengajarkan ku tentang kemandirian hidup dan tidak selalu bergantung kepada orang lain.ANDI SAPUTRA itulah nama sederhana dengan banyak makna.
Keluarga saya mengarjakan saya untuk sarapan pagi bersama-sama,walaupun hanya sebentar tapi waktu itulah yang mungkin membuat kami sekeluarga bahagia.Oh iya, sekarang saya sudah kelas tiga SMA.Saya sekolah di salah satu SMA favorite dikotaku.Dan sekarang merupakan bulan februari.Nah bulan februari sampai bulan mei adalah waktu untukku mencari universitas yang negeri,maklum kalau aku harus cari yang negeri alasannya yang paling klasik adalah biayanya yang murah,ya maklum sajalah saya berasal dari keluarga yang sederhana,apalagi aku masih punya adik yang masih berumur 5 tahun.Alasannya yang kedua adalah Gengsi,ya banyak orang yang berkata kalau kuliah di universitas negeri apapun jurusannya pasti akan bangga dan sukses,ditanya kamu kuliah dimana le?,saya kuliah di universitas negeri… dan begitulah,yang penting negeri.Dan alasan yang  terakhir adalah prospek kerja,menurutku lulusan universitas negeri itu lebih baik dari pada universitas swasta,walaupun ada sih yang universitas swasta yang lulusannya lebih baik dari yang negeri tapi kan itu hanya  sedikit dan pasti biayanya mahal untuk kuliah di universitas swasta yang baik.
Aku berpikir bagaimana untuk meningkatakan taraf hidup keluargaku,akhirnya aku memilih jurusan Peternakan di IPB. Bulan maret adalah bulan pendaftaran untuk PTN negeri di seluruh Indonesia.Aku memilih peternakan di IPB,menurutku IPB adalah Institut di bidang pertanian terbaik di Indonesia.Awalnya sih aku optimis kalau aku bisa diterima di IPB,tapi setelah melihat jumlah pendaftar dan yang diterimanya,maka aku urungkan niatku untuk mendaftar di IPB dan memilih mendaftar di Peternakan UNS yang tidak terlalu banyak peminatnya.Kartu peserta sudah saya cetak dan nilai rapot pun sudah di unggah ke web ,sekarang tinggal nunggu pengumuman dan menyiapkan diri untuk menghadapi Ujian Nasional.Oh iya,ngomong-ngomong soal Ujian Nasioanal sudah dua tahun ini UN tidak menentukan kelulusan,yang menentukan kelulusan adalah ujian sekolah.Ujian sekolah pun yang membuat soalnya adalah guru kita sendiri.Jadi insya Allah soalnya mudah dan semua lulus Aamiiin.
 Dua bulan berlalu aku telah melaksanakan UN dan US dan hasilnya alhamdulillah tidak buruk.Beberapa hari lagi adalah pengumuman SNMPTN,dan untuk mengisi kejenuhan menunggu pengumaman,aku sibukan diriku dengan banyak membaca novel,dan menurutku novel yang terkesan dihatiku hingga aku nangis membacanya adalah Ayat-ayat Cinta 2 agak sedikit lebay gak papalah maklum novel cinta.
Novel ini sangat menyentuh hati dan pembangun jiwa.Semua novel yang saya baca bukan novel yang beli hloo,tapi pinjam dari sohib saya namanya khanif,dia mah orangnya novelis bangeett,sampai kata katanya seperti orang sedang bercerita tentang seluruh isi bumi hingga sedetail-detailnya bingung ya?saya juga bingung.Oke nggak usah ngurusin teman saya dulu ,sekarang fokus untuk pengumumuman SNMPTN.
Hari selasa pukul dua siang aku membuka pengumuman SNMPTN,dengan perasaan bercampur aduk antara gelisah,gundah dan gulana saya membukanya.Dan ternyata hasilnya alhamdulillah saya tidak lulus dalam SNMPTN tahun ini.Dipojokan rumah,saya merenungi kejadian ini kenapa saya tidak lulus,mungkin Allah telah mempersiapkan yang lebih baik dari semua ini Aamiiin.
Seminggu berlalu setelah pengumuman SNMPTN,aku sudah bisa melupakan kejadian yang mungkin akan aku ingat sampai tua.Langkah awal yang harus saya lakukan adalah belajar dengan sungguh sungguh dan tidak lupa berdoa.Cepat-cepat aku pergi ke Perpustakaan untuk pinjam buku.Oh iya,ngomong-ngomong soal perpustakaan,perpustakaan Boyolali itu terletak di tengah-tengah simpang lima.Gedungnya agak berada dibawah jalan jadi ya bisa dibayangin sendiri lah.Koleksi buku cukup lengkap dan yang paling saya suka dari perpustakaan Boyolali yaitu akses WIFI gratis,maklum lah saya kan Fakir Wifi,ngirit kuota.
Buku SUKSES SBMPTN adalah buku yang saya pinjam dari perpustakaan,kelihatannya sih ampuh untuk meluluskanku di ujian SBMPTN tapi semua itu terserah Allah saja,saya hanya bisa berusaha dan berdoa.Bab demi bab saya sudah kerjakan dan hasil dari latihan cukup memuaskan dan saya sangat yakin nanti akan lulus SBMPTN.
Kriiiiiinngg,suara bel tanda berakhirnya mengerjakan soal SBMPTN,dengan bangga aku keluar dari ruangan tes dengan muka bahagia yakin akan lulus tes SBMPTN dan saya juga melihat banyak siswa yang setelah mengerjakan soal SBMPTN mukanya kelihatan sedih,kecewa,mungkin mereka nggak bisa mengerjakan atau lupa dengan rumus-rumus saktinya.Setelah tes SBMPTN saya merayakannya dengan acara makan-makan.Saya ajak teman seperjuangan saya,yaitu Arya dan Khanif.Nah kali ini saya akan ceritakan sedikit tentang teman saya.Dimulai dari khanif, Khanif tidak ikut tes SBMPTN karena dia sudah diterima di Universitas Diponegoro dan katanya kalau ikut tes SBMPTN nanti dia akan gugur diterima di UNDIP. Adalah”orang yang pintar masih kalah sama orang yang Bejo”kata yang tepat untuk temanku khanif.Sedangkan temanku Arya juga harus berjuang seperti saya menapaki kerasnya tes masuk universitas negeri.Arya mengambil jurusan Psikologi yang menurutku kurang pas bagi dia,ya semoga saja arya diterima dan bisa sukses di masa yang akan datang Aamiin.
Usaha saya untuk mendapatkan universitas negeri terus berlanjut.Setelah tes SBMPTN saya mendaftar di Ujian Mandiri UNDIP yang katanya banyak orang sih biaya sangat mahal tapi aku tidak memerdulikan itu semua yang utama bagiku adalah diterima di Universitas negeri.Di UNDIP saya pun masih mengambil jurusan yang sama seperti tes SBMPTN yaitu peternakan.Walaupun jurusan yang saya pilih ini bertentangan dengan keinginan orang tua, yang menginginkan saya untuk masuk ke jurusan teknik mesin.Setelah mendaftar di UNDIP saya terus melanjutkan perjuangan untuk mendapatkan universitas negeri
.Kemudian saya mendaftar di Polines dengan jurusan teknik mesin yang sesuai dengan yang diinginkan kedua orang tua saya.Setelah mendaftar di Polines saya melanjutkan mendaftar di Poltekkes solo dengan jurusan Ortotik Prostetik,Nama jurusannya sih keren tapi aslinya adalah pembuatan kaki palsu,pasti semua baru tau kalau ada jurusan yang namanya agak aneh didengerin oleh khalayak umum.
Singkat cerita dari semua yang saya daftar dan telah melewati banyak rintangan yaitu soal-soal yang sangat killer,alhamdulillah saya di terima di satu universitas negeri dan dua politeknik negeri kalian bisa bayangkan betapa bangganya orangtua saya dan pastinya saya sendiri,dan ingat bahwa saya dan Arya teman seperjuanganku tidak lolos tes SBMPTN. Akhirnya Sekarang saya harus menentukan pilihan yang tepat dari tiga pilihan itu untuk menentukan masa depan saya.Alhamdulillah setelah saya pertimbangkan dengan matang dan dengan dukungan kedua orang tua serta doa yang selalu saya panjatkan kepada Allah ,saya memutuskan memilih kuliah di POLINES Semarang jurusan Teknik Mesin.Ya Allah berkahilah keputusan hambamu ini Aamiiin.
Polines merupakan langkah awal saya untuk meraih kesuksesan di masa yang akan datang.Dan saya tidak akan mengecewakan keluarga saya khususnya Bapak dan ibu saya.Atas doa kalian lah saya bisa melanjutkan pendidikan yang lebih baik. Ini adalah cerita awal yang insya Allah akan terus berlanjut selama saya kuliah di Polines dan akan menghadirkan cerita-cerita yang lebih menarik dan menghibur.Sekian dan terima kasih telah membaca cerpen amatir saya ;v.
Hikmah : Dari cerita saya tadi,dapat dikatakan bahwa untuk mendapatkan sesuatu yang baik maka butuh perjuangan,dengan perjuang sesuatu yang kita dapatkan itu akan lebih bermakna bagi kita. So,bagi kalian yang belum mendapatkan Universitas negeri tetap semangat Ya,karena Allah pasti telah menyiapkan yang terbaik bagi kita semua Aamiiin.
                                                                                                            Boyolali, 02 Agustus 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar